Praktikum Proses Teknik Kimia

Aku dapat praktikum proses teknik kimia, waktu semester 3. Jujur, buat aku ini praktikum paling berat (dibandingkan dengan praktikum Kimia Analisis dan Praktikum Fisika Dasar). Selain karena praktikumnya sudah lebih kompleks, alat-alat yang dipakai juga semakin khusus.

Jadi inget waktu pertama kali praktikum, hadoohh, ambo tak paham itu cara pakai alatnya gimana . hehehe

Waktu itu pertama kalinya aku make labu leher tiga, stirer, soxhlet, labu kjedahl, adapter, pipa bengkok, dan masih banyak lagi ;D . Hati-hati ya buat yang nanti mau praktikum terus pake magnetik stirer, kalo magnetik stirernya dimasukin ke labu, jangan lupa waktu mau nyuci alat, stirernya diambil dulu. Kalo ga, nanti stirernya ikut kebuang dan nempel di pipa pembuangan. Kaya kelompokku dulu😀. Waktu itu kalo ga salah praktikum Polimerisasi Urea Formaldehid.

Nah, juga harus diperhatikan setiap melakukan titrasi, jangan sampai dilakukan dengan orang yang berbeda. Melakukan titrasi sebaiknya hanya satu orang saja, karena setiap orang bisa berbeda pengertian apakah larutan sudah setimbang atau belum.

Hati-hati juga waktu praktikum Analisis Minyak Nabati, ketika memanaskan KOH blanko dan cuplikan, kedua kompor panasnya harus sama. Kalo salah satu kompor lebih panas, nanti KOH blankonya bisa menguap dan habis. Kalo sudah habis tidak bisa dianalisis lagi.

Saran dari aku, waktu praktikum proses, lebih hati-hati …

Regard😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: